Jadwal Pendistribusian Sembako di Kecamatan Bluto Disoal

Peristiwa Regional Sumenep
Share this:

asatoe.net, Sumenep – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Agen e-Warong di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mempersoalkan adanya jadwal pendistribusian Program Sembako yang dilakukan oleh Tim Koordinasi (Timkor) kecamatan setempat.

Menurut mereka, pemberlakuan jadwal tersebut sangat merugikan. Sebab, itu akan memperlambat pendistribusian bantuan sosial itu ke KPM.

“Terus terang kalau saya keberatan, karena saya ini kan keluarga tidak mampu. Yang mau dimakan sekarang harus cari sekarang juga,” kata salah seorang KPM di Kecamatan Bluto, berinisial H, saat dihubungi, Selasa (11/8/2020).

Dia menginginkan pendistribusian sembako itu dilakukan dengan cepat, tanpa harus menunggu jadwal. “Kalau tidak salah kata Bapak Presiden Jokowi, bantuan sembako ini harus dicairkan secepatnya serta tepat sasaran. Kalau masih dijadwal, ini kan sudah ada dugaan menyalahi aturan dan tidak mengindahkan perintah Presiden,” ujarnya.

Terpisah, Agen e-Warong Desa Bluto, inisial H juga mengaku keberatan dengan adanya ketentuan yang katanya dari pihak kecamatan terkait dengan adanya jadwal pendistribusian bantuan sembako.

“Terus terang kalau kami keberatan, apalagi keputusan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya ke agen,” katanya, saat dihubungi.

Menurutnya, pemberlakuan penjadwalan itu akan meperlambat proses pendistribusian sembako ke KPM. Yang seharusnya KPM bisa langsung mencairkan paket sembako setelah uang masuk ke rekening, ini malah tidak. Karena masih harus menunggu giliran sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pihak kecamatan.

Selain itu, dia mengungkapkan, kebijakan tersebut dinilai merugikan karena proses pendistribusiannya agak lama. Sehingga, dia khawatir banyak KPM memilih pindah ke agen lain yang memiliki jadwal pendistribusian lebih awal.

“Kalau saya tidak setuju dengan adanya jadwal pendistribusian ini, karena sangat merugikan. Apalagi kalau sampai terlambat penyalurannya, KPM teriak-teriak dan mempertanyakan kenapa masih ditunda,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, secara aturan itu sudah salah. Karena penerapan penjadwalan itu tidak diatur oleh Kemeterian dan Pedoman Umum (Pedum) Program Sembako.

“Yang saya tahu, secara aturan kementrian itu tidak ada, di Pedum juga tidak ada. Bisa dikatakan ini pelanggaran,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Bluto yang juga sebagai Tim Koordinasi Program Sembako belum bisa dimintai keterangan soal kebijakan penerapan jadwal pendistribusian sembako ini. Sebab, saat didatangi ke kantornya tidak ada dan dihubungi melalui telepon tidak diangkat meski terdengar aktif nada sambungnya. (Hazmi)

image_pdfPDFimage_printPRINT
Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.