Mahasiswa Desak Kejari Sumenep Tahan Tersangka Beras Oplosan

Hukum Regional Sumenep
Share this:

asatoe.net, Sumenep – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (24/9/2020). Mereka mendesak Kejari segera melakukan penahanan terhadap tersangka beras oplosan atas nama Latifa.

“Kami minta tersangka beras oplosan segera ditahan,” teriak Koordinator Aksi, Muhammad Fairus dalam orasinya.

Menurutnya, dalam kasus ini dia menilai adanya ketidakadilan. Bahkan, penegak hukum terkesan tebang pilih. “Kami minta penegak hukum tidak tebang pilih dalam menangani setiap kasus. Karena setiap pelaku kriminal di mata hukum sama,” tegas dia.

Dia membandingkan, banyak kasus lain yang ditangani penegak hukum seperti kasus pencurian ayam dan kasus lainnya, namun tersangka tetap menjalani tahanan penjara.

“Kalau kasus kecil seperti pencurian ayam tersangkanya langsung dijebloskan ke dalam penjara. Sedangkan kasus besar seperti beras oplosan tersangkanya malah menjalani tahanan kota. Ini kan sudah tidak adil dan sangat menyakitkan hati masyarakat,” ujarnya.

Sebab itu, dia berjanji akan terus mengawal kasus tersebut hingga tersangka Latifa dijebloskan ke penjara. “Kami akan kawal terus kasus ini hingga tuntas,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Sumenep, Irfan Mangella mengatakan, tersangka Latifa saat ini berstatus tahanan rumah. Dimana tersangka ruang geraknya dibatasi hanya di rumah saja.

“Bentuk dari pengawasan kami setiap hari senin tersangka wajib lapor ke Kejaksaan.” katanya.

Selain itu, kata dia alasan Latifah dilakukan penahanan rumah karena pihak rutan untuk sementara tidak bisa menampung dengan beberapa alasan salah satunya berkenaan dengan pandemi Covid-19.

“Saat ini Rutan Kelas II B belum bisa menerima tahanan yang belum memiliki kekuatan hukum tetap.” Jelasnya.

Irfan menambahkan, kasus beras oplosan ini sudah dalam wewenang Pengadilan Negeri Sumenep. Sebab, kasus ini telah masuk dalam persidangan. “Berkas perkara Latifa sudah kami limpahkan ke Pengadilan. Jadi semua wewenang ada di sana (pengailan),” tandas dia. (Hazmi)

image_pdfPDFimage_printPRINT
Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.