Setelah Teror Bom, Nur Faizin, MA Minta Dukungan Moral Kepada KPK

Hukum Nasional
Share this:

asatoe.net – Jakarta – Praktik rasuah di Indonesia sudah sesuai fase yang cukup akut. Dalam empat tahun terakhir sejak tahun 2014 data penyidikan yang dirilis untuk publik melaporkan korupsi sudah ada 56 yang sudah disidik KPK. Kemudian naik pada 2015 menjadi 57 kasus, dan pada 2016 naik lagi menjadi 99 kasus. 

Hal tersebut diungkap penegakan hukum anti korupsi Nur Faizin, MA. Bukannya meminta tolong teror bom rakitan yang dialamatkan langsung ke rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Laode M Syarief, hari Rabu kemarin, adalah suruhan bagi mereka yang terindikasi korupsi.
“Hingga akhir tahun kemarin, hampir mencapai 100 penyidikan kasus korupsi,” paparnya kepada awak media, Kamis 10 / Januari / 2019.
Aktivis yang hadir di tengah berstatus nyaleg DPRD Jawa Timur dari partai PKB Dapil XIV ini mengklaim memiliki tantangan yang keras, alasan dari ragam kasus korupsi ini, yang paling banyak menilep uang rakyat adalah anggota DPR dan DPRD.
Menurut Nur Faizin, masalah praktik korupsi di tanah air bukan hanya didasarkan pada fakta-fakta kuantitatif, dan angka-angka. Perjuangan menegakkan perlawanan anti korupsi tidak kalah hebatnya. Untuk itu, dirinya berharap untuk ormas, LSM atau lembaga lain yang memimpikan perubahan Indonesia lebih baik, agar bersama-sama memberikan dorongan moral kepada KPK untuk terus menggalakkan nyala pertahanannya memberantas korupsi di Indonesia.
“Tanpa perlawanan, selamanya tikus-tikus akan menggerogoti harapan, impian dan kemakmuran rakyat,” tukasnya. (A1)

image_pdfPDFimage_printPRINT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.