Tujuh Desa di Kecamatan Saronggi Lockdown

Peristiwa Regional Sumenep
Share this:

asatoe.net, Sumenep – Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diberlakukan karantina wilayah atau lockdown. Hal itu dikarenakan di daerah tersebut jumlah sebaran Covid-19 cukup tinggi dan mengkhawatirkan.

Tujuh desa tersebut di antaranya, Desa Saroka, Kebundadap Barat, Kebundadap Timur, Tanjung, Tanah Merah, Langsar dan Pagar Batu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edi Rasyiadi mengatakan, kebijakan lockdown tersebut merupakan tindaklanjut hasil kesepakan bersama antara forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), forum pimpinan kecamatan (Forpimka) dan seluruh kepala desa di kecamatan tersebut.

“Hasil rapat yang dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2020) kemarin, menyepakati untuk sementara tujuh desa di Kecamatan Saronggi di lockdown. Karena banyaknya korban Covid-19 yang terjadi dalam waktu yang cukup singkat,” katanya, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, berdasarkan peta sebaran covid-19 Kabupaten Sumenep, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kecamatan Saronggi mencapai 36 orang. Dari jumlah itu, enam di antaranya meninggal dunia.

“Dari korban yang ada prosentasinya memang cukup besar, antara 19 sampai 20 persen,” jelasnya.

Dengan begitu, kata Edi pihaknya membatasi aktifitas keluar-masuk masyarakat di daerah tersebut. Masyarakat yang tidak memiliki aktifitas yang cukup mendesak diminta untuk tidak keluar. Begitu juga masyarakat luar yang hendak masuk ke Kecamatan Saronggi.

“Nanti setiap pintu masuk ke saronggi akan dibangun pos jaga. Orang-orang yang hendak kelaur-masuk harus izin aparat yang bertugas di pos tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Saronggi, IPTU Wahyudi Kusdarmawan menyampaikan, pihaknya bersama TNI sudah mulai memperketat penjagaan dengan membangun pos jaga. Hal itu untuk memantau aktivitas masyarakat, baik yang dari Kecamatan Saronggi sendiri atau pun masyarakat yang dari luar.

“Jadi sesuai rapat kemarin, semua masyarakat yang tidak terlalu mempunyai aktivitas urgen untuk diam di rumah selama 14 hari terhitung dari hari ini,” katanya.

Menurutnya, kebijakan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang perkembangannya cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini. “Ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat agar tidak ada lagi korban karena Covid-19,” pungkasnya. (Hazmi)

image_pdfPDFimage_printPRINT
Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.